Tampilkan postingan dengan label 8 Butir Mutiara Hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 8 Butir Mutiara Hidup. Tampilkan semua postingan

Mutiara - Mutiara Kehidupan

0 komentar
Tak sedikit dari kita yang merasa hidup kita terasa berjalan biasa-biasa saja, seperti orang lain pada umumnya. Dan dalam kehidupan kita ini, kita selalu saja dihadapkan pada permasalahan-permasalahan hidup yang terus berkembang setiap hari, setiap jam, setiap menit bahkan setiap detik. Masalah datang silih berganti.

Tapi tahukah anda, bahwa disetiap permasalahan pasti ada penyelesaiannya. Dan pangkal dari permasalahan itu sebenarnya adalah dari diri kita sendiri, karena kita tidak memilki tuntunan dalam hidup kita.

Disini saya akan sedikit memberi saduran tentang TUNTUNAN HIDUP yang diambil dari intisari ucapan orang-orang yang memiliki kehidupan yang bersahaja.
Tentukan pilihan mutiara hidup anda untuk anda renungkan sendiri ataupun dengan orang yang anda cintai di sekitar anda.

Pustaka Mutiara Hidup :

Dan tak lupa kami mohon doa dari pembaca semua agar penulis dapat terus melengkapi Mutiara-mutiara Hidup yang lain yang dapat selalu kita ambil hikmahnya.

Mutiara Hidup " Syukur "

0 komentar
HAMKA, berkata :
Jangan dilepaskan dari tangan barang yang telah tiada karena mengharapkan barang yang jauh. Seorang mukmin mensyukuri nikmat yang telah ada dalam tanganmu dan menerima dengan mensyukuri bilamana mendapatkan tambahan lagi.

HAMKA, berkata :
Apabila Tuhan menganugerahkan nikmat-Nya kepadamu, ingatlah suatu waktu nikmat itu akan digilirkan kepada orang lain dan diambil dari dalam tanganmu. Dan jika engkau ditimpa oleh satu bala bencana, ingatlah bahwa bala bencana itu pun akan dihindarkan daripadamu. Apabila kedua peringatan ini tidak pernah lepas dari hatimu, tidaklah engkau akan terombang-ambingkan di dalam hidup.

HAMKA, berkata :
Janganlah tertawa melihat orang jatuh, sebab tidak ada suatu yang jatuh disengaja, tetapi bersyukurlah kepada Tuhan karena kita sendiri tidak jatuh. Didalam hal jatuh janganlah terlalu percaya kepada diri sendiri dan kepada datarnya jalan karena menurut laporan dinas lalu lintas lebih banyak mobil yang jatuh di tempat datar. Jika dibandingkan dengan yang jatuh di tempat pendakian atau penurunan yang berbelok-belok.

William James, berkata :
Sifat asasi yang dimiliki oleh setiap manusia adalah hasrat atau keinginan yang sangat kuat untuk dihargai.

Abul Qosim al-Junaid, berkata :
Kesyukuran berarti tidak mengingkari Allah dengan karunia yang telah dilimpahkan-Nya atau membuat karunia-Nya itu sebagai sumber keingkaran.

Luqman Hakim, berkata :
Barangsiapa merasa cukup dengan rezeki anugerah Illahi, ia takkan mengingkari apa yang ada di dalam tangan manusia.

Mutiara Syukur, berkata :
Nikmat itu dimiliki selama kita masih dapat memeliharanya

Mutiara Hidup " Kebajikan "

0 komentar
S. Ali r.a, berkata :
Orang yang berbuat kebajikan adalah lebih baik daripada kebajikan itu sendiri, dan yang berbuat kejahatan adalah lebih jahat daripada kejahatan itu sendiri.

S. Ali r.a, berkata :
Berbuatlah kebajikan dan jangan meremehkan sesuatu darinya. Sebab, sekecil-kecilnya kebaikan adalah besar dan sedikit-dikitnya adalah banyak. Janganlah seseoarang berkata bahwa orang lain lebih patut mengerjakan sesuatu dari hal kebaikan daripada dirinya sendiri, sedemikian senhingga hal itu benar-benar menjadi seperti yang dikatakannya. Sungguh, bagi setiap kebajikan dan kejahatan pasti ada pelakunya, sehingga betapapun kamu meninggalkannya niscaya hal itu akan dikerjakan juga oleh para pelakunya masing-masing.

Umar bin Khattab, berkata :
Kebajikan yang ringan adalah menunjukkan muka berseri-seri dan mengucapkan kata lemah lembut.

Ibnu Abbas, berkata :
Siapa yang mendengar adzan dan tidak menjawabnya, berarti dia tidak menghendaki kebajikan dan kebajikan pun tiada berkehendak kepadanya.

Hudzaifah, berkata :
Sesungguhnya kamu senantiasa dalam kebajikan, selama kamu mengenal hal yang benar. dan orang yang berilmu dari kamu, tidak meringan-ringankan yang benar itu.

Abdul Qodir Jaelani, berkata :
Menunda amal perbuatan (kebaikan) karena menantikan kesempatan yang lebih baik, merupakan tanda kebodohan yang mempengaruhi jiwa.

Luqman hakim, berkata :
Hai anakku !! Bila ada orang mengatakan kejahatan itu bisa memadamkan kejahatan yang lain, maka kalau dia benar, suruhlah dia menyalakan dua suluh api, biar dapat memadamkan yang lain. Sesungguhnya hanya kebaikanlah yang dapat memadamkan api.

Mutiara Kebajikan, berkata :
Barang siapa mengajak pada kebaikan, maka hendaklah mengajaknya dengan cara yang baik pula.

Mutiara Kebajikan, berkata :
Kalau anda berbuat baik hendaklah anda tutup dan kalau orang berbuat kebaikan kepada anda hendaklah terima kasih.

Mutiara Hidup " Kesederhanaan "

0 komentar
Democritus, berkata :
Kesederhanaan menciptakan dan tampakkebahagiaan serta menambah kegembiraan yang timbul darinya. Sebaliknya barangsiapa melampaui batas-batas kesederhanaan, baginya barang sesuatupun yang menyenangkan sekalipun, akan menjadi sesuatu yang menyedihkan.


Abraham Lincoln, berkata :
Tuhan lebih menyayangi manusia-manusia yang sederhana. Itulah sebabnya ia menciptakan sekian banyak manusia-manusia semacam ini.


Napoleon Hill, berkata :
Kesederhanaan adalah dasar daripada segala moral dan kebajikan, tanpa kesederhanaan manusia tidak ada bedanya dengan binatang buas.


S. Ali r.a, berkata:
Jadilah seorang dermawan, tetapi jangan menjadi seorang pemboros. Jadilah seorang yang hidup sederhana, teteapi jangan menjadi seorang yang kikir.


Imam Syafi'i, berkata :
Aku tidak pernah kenyang selama 16 tahun. Karena kekenyangan itu memberatkan tubuh, menyesatkan hati, menghilangkan cerdik, menarik tidur dan melemahkan orang yang kekenyangan itu dari beribadah.


Mutiara Kesederhanaan, berkata :
Berlakuklah sederhana pada siapa juga hingga orang dibawah kita mengharapkan kita dan orang yang diatas menyegani kita.


Mutiara Kesederhanaan, berkata :
Kesederhanaan dan tenang menghadapi sesuatu adalah dasar dari moral dan kewajiban yang utama.

Mutiara Hidup " Kebijaksanaan "

0 komentar
S. Ali r.a, berkata :
Kemenangan diperoleh dengan kebijaksanaan, kebijaksanaan diperoleh dengan berpikir secara mendalam dan benar. Pikiran yang benar adalah dengan menyimpan baikbaik segala rahasia.

Al Ghazali, berkata :
Bijaksana ialah suatu sikap pandai mengambil yang benar daripada yang salah dalam segala hal dan tindakan atas kemauan sendiri.

HAMKA, berkata :
Empat perkara alamat budiman :
  • menjauhi perkataan yang tidak penting
  • menjauhkan tangan dari mengganggu
  • cepat memberikan penghargaan
  • menjauhkan segala tuduhan
John Hay, berkata :
Siapa yang ingin berhasil baik di dunia, harus bijaksana dalam mempergunakan ucapannya.

Napoleon Hill, berkata :
Orang-orang bijaksana, umumnya tak mau menonjolkan diri dan tak banyak bicara.

Inayat Khan, berkata :
Orang arif bijaksana, menunjukkan ketakjubannya dengan jalan menghormati kepada sesama.

Abdullah bin Umar bin Khattab, berkata :
Kebajikan itu suatu perkatra yang mudah, muka yang jernih dan perkataan yang lemah lembut.

S Ali r.a, berkata :
Para ahli agama yang paling bijak adalah mereka yang tidak membuat orang berputus asa akan raHmat Allah atau kehilangan harapan akan santunan dan kasih sayang-Nya, tetapi juga tidak membuat orang terus menerus marasa aman dari pembalasan-Nya.

Covwie Joan, berkata :
Makin bijaksana seseorang, makin pandailah dia menjaga mulutnya

Mutiara Hidup " Pengalaman "

0 komentar
S. Ali r.a, berkata :
Jadikanlah apa yang terjadi sebagai contoh bagi yang akan terjadi sebab segala sesuatu banyak mengundang persamaan.

Chrysostamus, berkata :
Contoh di sekeliling adalah buku terpenting yang dapat dibaca oleh anak-anak.

John Schwatz Davey, berkata :
Setiap orang yang memulai karirnya akan menempuh jalan yang sulit, yang arahnya ia sendiri harus mencarinya, maka pengalaman orang lain jadikan sebagai petunjuk, selalulah menempu jalan yang paling pendek, karena anda sadari bahwa umur manusia adalah pendek.

Heinrich Heine, berkata :
Pengalaman itu sebuah sekolah yang baik, tetapi uang sekolahnya sangat mahal.

Immanuel Kant, berkata :
Pengertian tanpa pengalaman adalah kosong, pengalaman tanpa pengertian adalah buta.

Kong Fu Tse, berkata :
Jangan melupakan pengalaman yang lalu, karena pengalaman dapat menjadi penuntun di kemudian hari.

Mutiara Pengalaman, berkata :
Peranan pengalaman sangat penting, justru lebih menentukan nilai prestasi seseorang sebab pengalamanlah yang membuat menjadi ahli dalam suatu bidang.

Mutiara Pengalaman, berkata :
Pengalaman adalah guru yang terbesar dalam hidup. Karena pengalaman, kita memperoleh benyak sekali pelajaran untuk hidup lebih baik. Makin banyak pengalaman makin banyak pula pelajaran hidup makin tinggi kesadaran jiwa kita, sehingga membuat kita matang dalam hidup, makin matang dalam hidup berarti makin tahu membawa diri, dan makin bijaksana dalam menghadapi masalah-masalah hidup kemasyarakatan.

Delapan Butir Mutiara Hidup

0 komentar
Arkian, sufi Asy-Syibli dalam hidupnya telah melayani 400 guru. "Aku sudah membaca empat ribu hadis. Di antara hadis-hadis itu, kupilih satu untuk aku amalkan, sedang hadis-hadis yang lain aku acuhkan. Sebab, setelah aku renung-renungkan, kusimpulkan bahwa keselamatan diriku ada pada hadis tersebut. Kukira, ilmu orang-orang dulu dan orang-orang sekarang teringkas di dalamnya. Karena itu aku cukupkan diriku dengannya. Hadis dimaksud ialah sabda Rasulullah s.a.w. kepada sahabat-sahabat beliau, "Beramallah untuk duniamu sesuai dengan maqam (posisi)-mu di dunia. Beramallah untuk akhiratmu menurut kadar kelanggenganmu di dalamnya. Beramallah untuk Allah sesuai dengan kadar kebutuhan-Mu pada-Nya. Dan baramallah untuk neraka sesuai dengan kadar kesanggupanmu menanggungnya."
Anakku, jika kamu mengamalkan hadis ini, kamu tidak memerlukan ilmu yang banyak. (Maksud hadis tadi: Kalau kamu termasuk dalam maqam orang yang harus membanting tulang untuk memenuhi kebutuhan pokok, kamu harus bekerja sungguh-sungguh karena mencukupi kebutuhan diri dan keluarga itu wajib. Kalau kamu tergolong maqam guru, kamu harus banyak mengajar. Kemudian sadarilah bahwa kamu akan kekal di akhirat. Tak ada akhir, tak ada kematian di akhrat. Karena itu, beramallah
untuknya dengan sungguh-sungguh.
Lalu kamu tahu kan, kamu sangat membutuhkan Allah karena
hanya Allahlah yang bisa memberi manfaat ataupun madharat
pada siapapun. Makanya, kamu harus beramal dengan
sungguh-sungguh guna meraih ridha-Nya.
Kamu pun tahu, kamu tidak sanggup menanggung siksa api
neraka. Karena itu, jangan coba-coba melakukan hal-hal
yang dapat menjerumuskanmu padanya, pen.)

Kekasih Sejati

Cobalah renungkan cerita berikut ini. Konon, Hatim Al-Asham berguru pada Syaqiq Al-Balkhi. Kata Syaqiq, "Kamu telah berguru padaku selama tiga puluh tahun. Apa yang
engkau peroleh dari situ?" "Aku mendapat delapan faedah, dan itu cukup bagiku karena
aku berharap bakal meraih keselamatan darinya." "Apa saja itu?" tanya Syaqiq.
Hatim lalu merinci kedelapan faedah tersebut.

faedah Pertama," ujarnya, "aku coba perhatikan orang-orang. Kulihat mereka saling berkasih-kasihan, saling mencinta satu sama lain. Ada yang mencinta sampai kekasihnya menderita sakit parah yang mengantarnya ke kematian. Ada yang mencinta sampai kekasihnya terbujur di liang lahat. Setelah itu, sang kekasih ditinggal sendirian di dalam kubur, tak seorang
pun ikut serta (masuk ke dalamnya). Dari situ saya berpikir, 'Ah, dia ini bukan kekasih sejati karena dia tidak ikut menemani dia di dalam kubur. Kekasih sejati
mustinya terus menghiburnya sampai kapan pun.' Ternyata, tidak ada yang menemani kita sampai ke liang kubur kecuali amal saleh kita. Inilah, pikirku, kekasih sejati. Makanya,amal saleh kujadikan kekasihku, supaya dia menjadi pelita yang menerangiku di dalam kubur, menghiburku dan tidak meninggalkanku sendirian di sana.

Budak Nafsu

Faedah kedua, saya lihat orang-orang menuruti hawa nafsu mereka. Mereka buru-buru mengejar keinginan-keinginan mereka. Lalu saya merenungkan firman Allah, 'Dan adapun
orang yang takut pada maqam Tuhannya dan mencegah nafsu menuruti hawa (perintah jelek)-nya, maka sorga adalah tempat kembalinya.' (An-Nazi'at: 40-41) Saya yakin bahwa Al-Quran itu benar, karena itu aku lekas-lekas melawan hawa nafsu saya, dan saya mengerahkan segala daya untuk memeranginya (mujahadah). Aku terus melakukan hal itu sampai nafsu tergiring untuk menyenangi taat kepada Allah dan tunduk pada-Nya.

Remah-remah Dunia

Faedah ketiga, saya amati semua orang berlomba untuk mengumpulkan remah-remah dunia kemudian (setelah berhasil) menggenggamnya erat-erat. Saya coba merenungkan firman
Allah , 'Apa yang ada di sisimu akan rusak, dan apa yang di sisi Allah itu kekal.' Saya pun segera menyalurkan harta dunia yang ada pada saya untuk mendapat ridha Allah. Saya agikan harta saya itu kepada kaum fakir miskin, sehingga jadilah dia tabunganku di sisi Allah.

Apa Kemuliaan?

faedah Keempat, saya perhatikan, ada sebagian orang yang mengira bahwa kemuliaan itu ada pada banyaknya pengikut dan anak buah, sehingga dia tertipu dengannya. (Dia pun jadi congkak karena memiliki banyak pengikut. Dia menganggap dirinya sebagai pemimpin sejati karena pengaruhnya benar-benar mengakar, karena dia dikelilingi orang-orang
yang butuh padanya, pen.). Ada yang menyangka bahwa kemuliaan itu ada pada melimpahnya harta benda dan banyaknya anak, lalu mereka membanggakan hal-hal itu.
Sebagian lagi menganggap kemuliaan terdapat pada kemampuannya untuk meng-ghashab (merampas) harta orang lain dan berbuat zhalim pada mereka serta menumpahkan
darah mereka. Ada pula yang menyangka bahwa yang namanya kemuliaan itu ialah berbuat boros dan menghambur-hamburkan harta. Saya pun mencoba merenungkan firman Allah, 'Sungguh orang yang paling mulia di antara kalian adalah yang paling bertakwa.' (Al-Hujurat: 13) Saya lalu memutuskan untuk memilih takwa saja karena saya berkeyakinan bahwa Al-Quran itu benar, sedang dugaan mereka itu salah dan sesat.

Hasud

Kelima, saya melihat orang-orang saling mencela satu sama lain. Mereka saling menggunjing satu sama lain. Dan semua itu saya dapati merupakan rasa hasud dalam hal harta, pangkat dan ilmu. Lantas saya berpikir tentang firman Allah SWT, "Kami membagi-bagi rezeki mereka di antara mereka ereka dalam kehidupan dunia." (Az-Zukhruf: 32) Dari sana, tahulah saya bahwa pembagian itu dari Allah. Sejak
itu, saya tidak mau lagi memendam rasa hasud pada siapapun, dan saya pun ridha dengan pembagian Allah Ta'ala.

Musuh Sejati

Faedah keenam
, saya lihat orang-orang saling bermusuhan satu sama lain karena satu dan lain sebab, karena satu dan lain kepentingan. Maka saya merenungkan firman Allah,
'Sungguh syetan itu bagi kalian adalah musuh, maka jadikanlah dia musuh.'(Fathir: 6) Dari situ saya tahu bahwa kita tidak boleh memusuhi siapapun selain syetan.

Faedah ketujuh, saya amati setiap orang berusaha sungguh-sungguh dan membanting tulang untuk mendapatkan makanan pokok dan mengais rezeki sampai terkadang mereka
melanggar barang syubhat dan barang haram. Mereka bahkan tak segan menghinakan diri mereka dan merendahkan martabat mereka. Lalu saya merenungkan firman Allah, "Dan tidak satu pun dari yang melata di bumi kecuali atas (tanggungan) Allah rezekinya." Dari sini saya tahu bahwa rezeki saya sudah ditanggung oleh Allah. Sejak itu, saya menyibukkan diri saya dengan beribadah pada-Nya, dan saya matikan ketamakan (pengharapan) saya pada selain-Nya.

Tawakal

Faedah kedelapan, saya lihat tiap-tiap orang bergantung pada makhluk. Sebagian bergantung pada dinar dan dirham (uang tunai), sebagian pada barang berharga dan kekuasaan, sebagian pada keahlian dan keterampilan, sebagian lagi bergantung pada sesamanya. Lalu saya merenungkan firman-Nya, 'Dan barangsiapa bertawakal pada Allah, maka Dia akan mencukupinya. Sungguh Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh Dia telah menjadikan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.' (Ath-Thalaq: 3) Sejak itu saya putuskan untuk bertawakal kepada Allah, karena Dialah yang mencukupi saya, dan Dialah sebaik-baik wakil (tempat bergantung)."

Empat Kitab Suci

Setelah mendengar uraian Hatim, Syaqiq berkata, "Mudah-mudahan Allah memberi pertolongan padamu. Aku telah membaca Taurat, Injil, Zabur dan Al-Quran. Kulihat, ajaran keempat suci ini berkisar pada delapan butir faedah ini. Dengan demikian, barangsiapa telah mengamalkannya, dia telah melaksankaan ajaran empat kitab suci sekaligus."